Senin, 30 November 2015

MEMBUAT BAKTERI CAIR


MOL TAPE TEMPE
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Belum lama ini, ada komentar di blog ini yang membuat saya tertarik. Ini mengenai MOL. Saya sangat tertarik, bagaimana membuat MOL ala Pak Parwito. Cuma dalam bahasa Pak Parwito, MOL ini bisa disebut Bakteri Cair.
Mengapa saya tertarik ?
Pertama, cara pembuatannya mudah. Sebab memakai bahan-bahan yang mudah kita dapatkan atau mudah ditemukan diberbagai tempat.
Kedua, proses pembuatannya cepat. Sebab, dalam 3-4 hari proses pembuatan bakteri cair ini bisa digunakan/diaplikasikan ke tanaman.
Ketiga, mamakai bahan-bahan yang sudah “jadi”. Bahan-bahan yang saya sebut sudah jadi antara lain : tempe, tape dan yakult/yoghurt.
Keempat, memiliki multi fungsi
Kelima, dst dst
Berikut ini adalah bahan, alat dan cara pembuatan “Bakteri Cair” yang dibuat oleh Pak Parwito.
Bakteri Cair merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah cair rumah tangga secara biologis yang ramah lingkungan.
Teknologi ini lahir karena keprihatinan atas bahan yang digunakan untuk mengolah limbah masih sulit terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Sementara, bakteri cair ini menerapkan 3 M, yaitu :

• Mudah didapatkan
• Murah harganya
• Memanfaatkan potensi lokal
Cara pembuatan bakteri cair untuk 1 galon :
No. Bahan Peralatan
1. Tempe ¼ kg Galon 1 buah
2. Tape singkong 0.5-1 Kg Baskom 1 buah, blender
3. Air tebu 1 ½ lt/Gula Pasir/Gula merah 1 kg/ molase 5-10 sdm Plastik 1 buah
4. Air ¾ galon (air isi ulang/air sumur) Karet gelang 1 buah
5. Susu fermentasi (Yakult,Yoghurt , dll): 3 sdm atau setengah botol Sendok makan
Tahapan kerja :
1. campurkan tempe dan tape hingga menyatu di dalam baskom
2. buat kepalan dari campuran tempe dan tape, lalu masukkan ke dalam galon yang telah terisi air (sebaiknya air mineral isi ulang atau air sumur, bukan air PDAM)
3. masukkan air tebu/gula/molase ke dalam galon, lalu tambahkan 3sdm yoghurt
4. kocok galon agar kepalan campuran tempe dan tape dapat menyebar rata
5. tutup galon dengan plastik yang dimasukkan ke dalam mulut galon, palstik ini akan menggelembung bila bakteri di dalam galon telah bekerja aktif (biasanya 3-4 hari)
Catatan: Cara pembuatan bisa juga dengan cara tempe, tape, susu fermentasi dan gula diblender dengan tujuan agar bahan mudah diaduk dan tercampur merata tanpa harus melakukan pengocokan ketika sudah dimasukkan dalam galon.
Cara penggunaan :
Siramkan bakteri cair 2 tutup botol minuman mineral ke saluran drainase (selokan, sumur, kamar mandi, kloset, wastafel) setiap hari
Manfaat :
1. meningkatkan kualitas air (bakteri menguraikan kandungan di dalam limbah yang
merugikan)
2. dapat sebagai pupuk cair (1 liter bakteri cair + 10 liter air sumur)
3. pestisida organik
4. menghancurkan padatan kotoran pada septic tank jika sudah penuh
5. mengatasi bau pada saluran
Catatan :
1. ciri-ciri bila bakteri ini masih bagus adalah aromanya menyerupai tape
2. untuk pembuatan bakteri cair berikutnya, ambil 1 gelas bakteri cair sebagai starter, lalu
lakukan tahapan kerja yang ke-3 dan ke-4
3. sudah diaplikasikan sejak tahun 2005 dan digunakan oleh petani alami untuk pupuk cair ketika padi mulai meteng, mrantak dan padi mulai menguning (berfungsi sebagai SCOR alami). Terima kasih
Saya pribadi sudah membuat bakteri cair ini, cuma ada bahan yang saya tambahkan dan atau saya ganti.
Bahan yang saya tambahkan adalah isi buah maja 1-2 butir. Lebih bagus lagi, isi buah maja yang sudah berwarna hitam, kemudian  diblender. Dengan demikian, gula pasir/gula jawa akan berkurang 1/2 dari dosisnya.
Kemudian yakult/yoghurt saya ganti dengan POC merk tertentu.
Hasilnya, setelah diaplikasi ke tanaman padi, pertumbuhan tanaman padi lebih sehat. Bahkan ada beberapa petak tanaman yang terkena hama dan penyakit, setelah diaplikasikan pupuk cair ini, bisa tumbuh kembali dengan baik.

sumber