Selasa, 17 November 2015

Itik Rambon


Itik Rambon merupakan itik hasil persilangan antara itik lokal Cirebon (Itik Tegal ) dengan itik Alabio. Tujuan persilangan adalah diperoleh itik pedaging berproduksi telur tinggi dan disukai oleh konsumen. Jenis itik rambon banyak terdapat di Jawa Barat, terutama di daerah Cirebon. Selain itu banyak diternakkan juga di Kabupaten Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, Karawang, Bekasi, dan Banten. Salah satu sentra pembibitan dan peternakan itik ini terdapat di Desa Kroya, Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Khususnya sebagai sentra produksi DOD (anak itik umur 1 - 7 hari).
 
Itik rambon jantan memiliki bobot rata-rata 1,4 kg, sedangkan yang betina 1,2kg. Pada itik pejantan terdapat 2-3 helai bulu ekor yang mencuat ke atas, di namakan bulu lancur. Sementara pada betina tidak ada. Ciri lain pejantan rambon adalah bulunya kebanyakan berwarna coklat mengkilap dan bulu di leher dan di kepala berwarna hitam. Sementara paruhnya berwarna hitam panjang. Jika berdiri seperti membentuk sudut 60 derajat dengan bobot tubuh dewasa sekitar 2 kg.  Pejantan Rambon memilki birahi tinggi, sehingga akan sering kawin. Produksi telur mencapai 75 – 80% dengan kulit telur berwarna hijau kebiru-biruan. 
Itik rambon memiliki bentuk tubuh langsing. Tingginya 45 - 50 cm, dan langkahnya tegap. Jika di lihat dari arah kepala, leher, punggung, dan terus ke belakang, bentuk tubuhnya menyerupai botol dengan kepala kecil, mata terang, serta lehernya kecil bulat. Itik ini memiliki postur tubuh mirip itik tegal dan banyak di anggap orang sebagai itik tegal. Perbedaan utama itik rambon dengan itik tegal terdapat pada bulu. Itik rambon memiliki ciri khusus yaitu pada umur 4-6 bulan memiliki bulu sayap berwarna putih.

sumber