Selasa, 17 November 2015

Kenali Penyakit-Penyakit Pada Itik



Selama ini itik terkenal sangat tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ayam, sehingga dalam usaha peternakan itik masalah penyakit biasanya tidak  terlalu menonjol. Penyakit utama yang bisa timbul pada peternakan itik adalah kolera dan aflatoksikosis yang menyerang itik dara maupun dewasa. Penyakit kolera disebabkan oleh bakteri dan dapat menular ke jenis unggas lain. Pada bentuk akut itik terlihat lesu, anoreksia, keluar cairan dari hidung dan mulut, dan akhirnya mati. Sedangkan bentuk kronis ditandai dengan adanya gangguan pernapasan dan syaraf, radang persendian serta pembengkakan pada balung dan pial. 
Penyakit yang lain disebut aflatoksikosis karena disebabkan oleh racun aflatoksin yang dihasilkan oleh cendawan  Aspergillus flavus yang tumbuh subur di daerah tropis dengan kelembaban tinggi, terutama pada bahan pakan seperti jagung, kedele, kacang tanah dan biji-bijian lain. Gejala itik yang keracunan aflatoksin adalah lemah, anoreksia, bulu kusam, terjadi kelumpuhan dan akhirnya mati. Bila dibedah ditemukan pendarahan dan cairan pada rongga perut. Hati membesar bisa sampai lima kali ukuran normal dengan warna putih kekuningan dan mengeras.
Penyakit Penting pada Itik:
1. Avian Influenza (AI)
AI merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Tanda-tanda umum itik yang terserang penyakit AI adalah keluar air mata, bersin-bersin, keluar cairan dari hidung, dan pembengkakan mucus dan menyebabkan kotoran pada mata. Penyakit ini dapat menular daru satu ternak ke ternak lain dan tidak ada pengobatannya. Vaksin AI sudah tersedia di pasaran namun efektivitas dari vaksin tersebut masih terus dilakukan penelitian.
2.  Duck Cholera
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan sangat merugikan peternak karena dapat menyebabkan kematian yang tinggi pada itik dara dan petelur. Anak itik berumur 4 minggu ke atas sangat peka terhadap penyakit ini. Anak itik yang terserang penyakit ini memiliki gejala-gejala diare dan biasanya disertai dengan sesak napas. Itik yang terjangkit penyakit duck cholera harus segera dipisahkan. Penyakit  Duck cholera dapat diobati dengan preparat sulfa dan antibiotik. Selain itu, penyakit ini bisa dicegah dengan sanitasi dan manajemen yang baik.
3.  Salmonellosis
Penyakit Salmonellosis disebabkan oleh beberapa tipe salmonella. Itik yang terserang penyakit ini menunjukkan tanda-tanda tidak bergairah, dehidrasi yang disertai diare, kehilangan keseimbangan, kepala gemetar dan terputar. Ciri spesii  k penyakit ini yaitu tampak pada caecum (usus) yang membengkak dan ada tonjolan, mucosa (selaput) di sekitar rectum membengkak dan terdapat cairan keputih-putihan. Itik yang sudah sembuh biasanya pertumbuhannnya terhambat dan terdapat luka-luka pada ususnya. Walaupun itik sudah sembuh, tetapi masih dapat mengeluarkan bibit penyakit ke itik lain melalui kotorannya, sehingga harus dipisahkan dari kelompok.

sumber