Jumat, 27 November 2015

Bakteri pada rumen.

Isi rumen pada hakekatnya adalah bahan bahan makanan yang terdapat dalam rumen sapi. Kategori limbah ini terjadi ketika ternak tersebut siap di potong di RPH Rumah Pemotngan Hewan. Isi rumen merupakan digesta yang telah sempat terfermentasikan tapi belum sempurna dan belum sempat di manfaatkan oleh ternak induk semang.

Rumen dapat di manfaatkan sebagai sumber pakan ternak dan sumber mikrobia karena mengandung karbohidrat, serat kasar, dan protein kasar. Adanya protein menunjukan adanya mikrobia dalam rumen dan berpotensi untuk memperbaiki kualitas pakan.

Cairan rumen merupakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan mikrobia, di duga 10% bobot cairan rumen terdiri atas protoplasma mikrobia. Mikroba rumen kehidupannya di pengaruhi oleh keadaan sekitarnya. Suhu rumen berkisar antara 39-40 C dengan PH 5,5 – 7 memberikan kehidupan optimal bagi mikroba dalam rumen.

Dalam isi rumen  terdapat 10 kelompok bakteri yaitu
bakteri selulolitik,
bakteri pencerna hemiselulosa,
bakteri amilolitik,
bakteri pencerna gula,
bakteri pemakai asam,
bakteri proteolitik,
 bakteri penghasil ammonia,
 bakteri penghasil metan,
bakteri lipolitik,
 bakteri pensintesisi vitamin.

Isi rumen sapi mengandung :
Protein kasar ; 8,42 %
Isi sel : 29,4 %
Hemiselulosa : 33,5 %
Selulosa : 22,45 %
Lignin : 5,43 %
Silikat : 9, 42 %

Mikroba dalam rumen berpotensi untuk mencerna bahan berkadar selulosa tinggi seperti jerami dan pucuk daun tebu di banding isi rumen kambing, karena total mikrobia selulolitik sapi lebih tinggi di banding total mikrobia selulolitik kambing ( 2,2 x 10 pangkat 4 VS 4,2 x 10 pangkat 3 sel/gram )




Nutrisi rumen :
protein : 8,42 %
lemak : 2,6 %
serat kasar : 28,78 %
Ca : 0,53 %
P : 0,55 %
BETN : 44,24 %
abu : 18,54 %
air : 10,92 %

Berdasar kandungan nutrisi di atas ,maka isi rumen sapi yang belum menjadi feces/kotoran dlam jumlah atau perbandingan tertentu dapat di jadikan bahan campuran pakan ternak. Dan hal ini telah mendapatkan perhatiaan dari banyak pakar.

Komposisi 10 % rumen dalam formula pakan, berpengaruh baik terhadap pertumbuhan, berat badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ternak. Pada ternak sapi di ketahui, efisiensi penggunaan pakan lebih baik jika mendapat ransum pakan isi rumen 2 bagian : jagung 3 bagian ,di bandingkan rumen 1 bagian dan jagung 4 bagian.

Rumen untuk campuran pakan pedet PFH yang di tambah tanpa dedak ,pengaruhnya hampir sama dengan ransum control yang terdiri dari hijauan plus dedak dan biji bijian.

pemberian isi rumen sebagai alternative bahan pakan tidak boleh secara langsung, melainkan harus melalui proses pengeringan pada suhu 80 C selama 24 jam, lalu di giling baru di campurkan pada jatah pakan ternak sapi kita.

Anda tahu stater Star Bio, itu asal muasalnya juga dari rumen sapi. Tapi saya tidak akan membahasnya bagaimana membuatnya, karena starbio telah di patenkan.

Risalah ini saya sarikan dari skripsi istri saya Akcahyanti Eko Arlini yang berjudul ‘ PENGARUH PENAMBAHAN ISI RUMEN DAN METHIONIN PADA RANSUM KOMERSIAL TERHADAP GAIN DAN EFISIENSI PAKAN BROILER ‘

grup facebook : ayam kresing super 2
blog : bumiternak-betha.blogspot.com
twitter : @betha_sutrisno
email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
hp : 085229779252
sumber