Rabu, 18 November 2015

Itik Bali


Itik bali (Anas sp) adalah itik lokal indonesia yang banyak berkembang di Pulau Bali dan Lombok. Itik ini memilki daya tahan hidup yang sangat tinggi, sehingga dapat dipelihara di berbagai tempat di Indonnesia.
Pada umumnya itik ini hampir sama dengan itik Jawa, hanya badannya lebih berisi dan lehernya lebih pendek, warna bulunya cenderung lebih terang. Seperti halnya itik tegal, itik bali ada tanda warna bulu khusus, juga mempunyai kemampuan produksi telur tertentu.

Itik Bali bulu “sumi” merupakan itik bali yang paling produktif, karena dapat menghasilkan telur sekitar 153 butir/tahun. Itik Bali bulu “sumbian” mampu menghasilkan telur sekitar 145 butir/tahun. Itik bali bulu “sikep” mampu berproduksi telur 100 butir/tahun dengan berat telur mencapai 70 gr/butir dengan kerabang telur berwarna putih, tapi ada juga kebiruan. Itik bali berbulu putih dan kepala berjambul, lebih banyak yang dijadikan sebagai itik hias atau itik untuk sesaji, daripada dijadikan sebagai itik petelur.

Dibandingkan dengan itik-itik petelur lainnya, itik bali merupakan itik penghasil telur berukuran relatif kecil, bahkan ukuran telurnya pun lebih kecil dari itik alabio, yaitu hanya 59 gr/butir. Ukuran tubuh standar itik bali jantan 1,8 – 2 kg, yang betina 1,6-1,8 kg. Karena bentuk tubuhnya yang hampir tegak berdiri seperti burung penguin, maka itik ini dinamakan sebagai itik penguin. Itik Bali umumnya mulai bertelur pada usia 23-24 minggu, tidak mempunyai sifat mengeram telur.

Ciri khas itik bali adalah sebagai berikut :
1. Kepala dan leher kecil, bulat memanjang, dan tegak agak melengkung.
2. Badan ramping dan ekor relatif pendek.
3. Kepala selalu berjambul.

sumber