Rabu, 16 November 2016

Pasar Bebek dan Entok Menjanjikan


SUMBER,(PRLM).-Menjamurnya rumah-rumah makan maupun pedagang kaki lima di pinggir jalan yang menyediakan bebek goreng dan pedesan entok (itik manila), membuka pangsa pasar kedua jenis unggas tersebut semakin terbuka lebar.
"Alhamdulillah, saya setiap hari rata-rata bisa menjual entok dan bebek antara 25 sampai 50 ekor, yang lain pun sama lakunya," kata Aman, seorang pedagang bebek dan entok di pasar ayam Weru, Selasa (30/3).
Menurut dia, para pembeli di samping pendatang dari daerah lain yang biasanya untuk dijual setelah dimasak, banyak juga konsumen lokal untuk dipotong atau dipelihara sehingga pasaran tidak sepi.
"Bagi mereka yang tidak mau repot, di pasar ini juga ada mesin perontok bulu unggas, dengan begitu pembeli tinggal bawa pulang dan memasaknya tidak perlu mencabuti bulu ternak tersebut," kata Aman, menambahkan.

Harga seekor bebek atau entok yang baru berumur antara 1-2 bulan berkisar Rp 10.000-Rp 13.000, sedangkan yang siap potong, namun masih muda dan tidak besar antara Rp. 25.000-Rp 30.000, sementara untuk entok jantan yang besar harganya bisa mencapai antara Rp 40.000-Rp 75.000 per ekor.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kab. Cirebon, H. Ali Efendi mengakui, pangsa pasar entok dan bebek cukup baik pada saat ini. Namun, untuk entok belum ada yang membudidayakannya secara khusus seperti halnya bebek. Masyarakat beternak entok umumnya hanya sambilan saja.
"Kalau bebek itu sudah ada sentra-sentranya. Seperti di Desa Kroya Kec. Panguragan itu menyediakan DOD, di daerah Losari merupakan sentra pulet (bebek siap bertelur-red) dan di Gebang adalah menyediakan telur," kata Ali, menjelaskan.(A-146/A-50)***


sumber