Rabu, 16 November 2016

Lima Kecamatan di Indramayu Barat Demam Bebek Peking

Lima Kecamatan di Indramayu Barat Demam Bebek Peking
PROSPEK MENJANJIKAN: Mantan peternak ayam broiler, Jhony, menunjukkan bebek peking dengan bobot 2 kg dari peternakan miliknya, Rabu (20/1). Usaha ternak bebek peking naik daun karena untungnya lebih menjanjikan. KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU


Harga Tinggi yang Bikin Peternak Ayam Broiler Kepincut
Beternak bebek peking kini sedang naik daun. Di wilayah Kabupaten Indramayu Bagian Barat (Inbar), mulai marak warga atau kelompok-kelompok yang melakukan bisnis ternak bebek peking. Seperti di Kecamatan Kandanghaur, Sukra, Kroya, Patrol dan Anjatan.
KHOLIL IBRAHIMPatrol
ENTAH siapa yang memulai. Belakangan ini, beternak bebek peking sedang jadi primadona. Malah, sebagian dari para peternak ini mantan peternak ayam broiler yang beralih profesi karena prospek dan keuntungan yang lebih menjanjikan. “Pospeknya bagus,” ucap Jhoni (45), peternak bebek Peking di Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, kepada Radar, Rabu (20/1).
Jhoni mengawali usaha ternak pembesaran bebek peking sekitar tujuh bulan lalu. Meski belum lama, keuntungan yang didapat cukup besar. Dengan harga Rp18-20 ribu/kg, dia mendapat keuntungan antara Rp8-11 ribu/kg untuk bebek Peking umur 35-45 hari dengan berat rata-rata 3 kg/ekor.
Jauh berbeda dengan bebek biasa atau lokal yang membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan hanya untuk mencapai berat 2 kg. “Yang membuat untung, harga jualnya relatif stabil dan tinggi. Tidak seperti ayam broiler yang kadang naik, kadang turun,” terang dia.
Menurut bapak dua orang anak ini, beternak bebek peking juga cukup mudah dibanding ayam broiler. Unggas jenis ini lebih tahan penyakit, cepat besar dan kematiannya terbilang kecil. Soal pembuatan kandang juga tidak terlalu ribet.
Sedangkan pemasarannya juga tidak sulit. Banyak perusahaan dari Jakarta yang siap membeli bebek Peking untuk kemudian di jual di restoran maupun hotel mewah melalui perantara. Untuk pasar lokal, bebek Peking juga mulai diminati oleh pedagang kaki lima Lamongan atau untuk konsumsi rumah tangga.
Peternak bebek peking lainnya, Yono mengatakan, prospek bisnis yang digelutinya diyakini bakal semakin bagus. Hal ini menyusul animo masyarakat akan daging bebek makin besar. Terlebih menjelang imlek. “Saya memelihara tak banyak, hanya sekitar 1.000 ekor. Jelang Imlek ini, sudah banyak agen yang datang menawar,” katanya.
Bebek peking dijual dengan hitungan per kilogram. Dia menyebutkan, saat ini harga ke agen berkisar Rp20 ribu/kg. Atau per ekor bila dirata-ratakan berat bebek 2 kg, harganya sekitat Rp40 ribu. Sementara untuk harga di pasar berkisar Rp50 ribu per ekor untuk bebek yang bobotnya 2 kg. (*)


sumber