Senin, 03 April 2017

Bebek Kaleyo, Bisnis Kuliner Olahan Bebek Terkenal di Jabodetabek



Bebek-Kaleyo-Kuliner-Olahan-Bebek
Saat ini resto yang berkonsep olahan bebek memang sedang marak dibeberapa daerah. Kuliner olahan bebek ini memang sangat khas dan menggoda selera jika mampu diolah dan disajikan dengan baik. Daging bebek yang dikenal memiliki cita rasa unik ini kemudian mengundang banyak pihak untuk membuatnya sebagai peluang bisnis.

Salah satu #bisnis kuliner olahan bebek yang kini sedang menjamur di Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) itu adalah Bebek Kaleyo. Sejak Berdiri tahun 2007, kini Bebek Kaleyo sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek. Lalu bagaimana kisah perjalanan sukses Bebek Kaleyo sendiri dari awal hingga saat ini? Berikut ulasannya.

Usaha Keras Yang Tak Kenal Kata Menyerah

Adalah Hendri Prabowo dan Fenty Puspitasari serta Paulus Maria dan Rini Cahyanti, dua pasangan kakak beradik yang memulai perjalanan bisnis kuliner Bebek Kaleyo ini. Dalam usahanya membuka Bebek Kaleyo, mereka terbilang sangat serius. Beragam rangkaian uji coba telah mereka jalani untuk menjadikan olahan bebeknya berkualitas nomor wahid.


Saat perintisannya dikisahkan bahwa mereka bergerak bersama untuk mengumpulkan beberapa resep dari #internet, buku dan majalah yang membahas cara mengolah dan memasak ayam dan bebek. Dari beberapa resep yang didapat, mereka melakukan eksperimen dengan mengkombinasi atau memodifikasi beberapa resep untuk mendapatkan resep khas terbaik milik Bebek Kaleyo.
Usahanya tak berhenti hanya dengan mengumpulkan resep. Guna menguji hasil eksperimen resepnya mereka kemudian berangkat ke Solo untuk mencari resto bebek yang paling terkenal dan membandingkannya dengan resep yang telah diuji coba.
Setelah itu mereka melakukan testing, mereka mengundang beberapa teman dan tetangga untuk mencoba oalhan bebek dari resepnya dan olahan bebek dari merek yang sudah terkenal tadi. Dengan targetnya adalah 80% dari testerya mengatakan resepnya paling enak, maka mereka berani membuka Bebek Kaleyo. Namun ternyata hasil tester pertama “Nol Besar”, tak satu pun dari tester yang mengatakan resep tim Bebek Kaleyo lebih enak.
Meski hasilnya nihil, mereka tak menyerah, mereka terus berinovasi untuk menciptakan resep olahan bebek yang paling berkualitas. Setelah dari serangkaian uji coba dan testing, akhirnya mereka mampu membuat para testernya mengakui bahwa resep Bebek Kaleyo yang paling enak. Dari sininilah kemudian mereka berani membuka resto Bebek Kaleyo. Dengan modal awal sebesar 15 Juta rupiah lahirlah cabang pertama dari resto Bebek Kaleyo di Cempaka Putih pada 15 Januari 2007.

Mengapa Menggunakan Nama Kaleyo?

Nama kaleyo sendiri awalnya ternyata dinyatakan sebagai nama yang tak punya arti dan makna apapun. Mereka memilih nama ini hanya karena pertimbangan mudahnya pengucapan dan pelafalan. Dengan mudahnya pengucapan ini mereka menganggap bahwa merk nya bisa mudah diingat dan dikenal.
Nama Kaleyo juga dipilih karena pertimbangan nama yang baru di mesin pencari #Google. Nama yang baru di Google ini bisa mempermudah tim Kaleyo untuk melakukan tracking pencarian dan tingkat popularitas yang tidak tercampur aduk dengan keyword pencarian yang lain. Namun dengan seiring banyaknya orang yang penasaran dan bertanya tentang nama Kaleyo, maka mereka pun mencoba mengubung-hubungkan dengan beberapa kosa kata yang ada.
Maka muncullah istilah jawa yang memisahkan nama Kaleyo menjadi dua bagian yaitu Kale yang artinya dua dan Yo yang berarti ayo atau ajakan, dan berarti Kaleyo artinya ajakan untuk datang dua kali atau datang kembali.

Siap Dengan Tantangan Berikutnya

Ternyata, meski Bebek kaleyo sudah melewati rintangan resep, namun masalah berikutnya menghadang mereka. Tantangan yang harus dihadapi berikutnya oleh Bebek Kaleyo adalah terkait sambal dan kremesnya. Dari pengamatan mereka, ternyata faktor sambal dan kremes juga cukup signifikan bagi sebuah selera makan.
Maka sembari berjalan, mereka pun harus berjibaku lagi dengan serangkain eksperimen yang kini difokuskan pada komponen sambal dan kremes. Bagi mereka kepuasan konsumen memang menjadi yang utama, maka Bebek Kaleyo pun terus disempurnakan untuk menjadi kuliner olahan bebek yang paling terbaik dan paling enak.

Strategi Marketing dan Promosi

Diakui oleh para founder Bebek Kaleyo, mereka tidak pernah melakukan promosi dan marketing secara berlebihan. Bahkan tanpa mereka sadari banyak kemudian dari media cetak dan elektronik yang datang meliput bisnis dan secara tak langsung mempromosikan Bebek Kaleyo.
Secara konsep bisnis, sisi marketing Bebek Kaleyo lebih difokuskan dan diutamakan pada marketing word of mouth. Hal ini atas pertimbangan bahwa dengan marketing mulut ke mulut, promosinya bisa lebih cepat mendatangkan konsumen dan pelanggan secara alami dan aman.